DPU Daarut Tauhiid
Yogyakarta; Siang itu Selasa 17 November 2015 rombongan Santri Karya
Dompet Peduli Umat Daarut Tauhiid Yogyakarta mengadakan kunjungan ke
daerah Sleman guna belajar tata cara pengelolaan ternak sapi. Sapi
memiliki potensi ekonomi yang sangat setrategis untuk dikembangkan di
Jogja, pasalnya Jogja memiliki beberapa daerah yang sangat
representatif sebagai daerah peternakan. Kegiatan ini menjadi awal
dari dimulainya program Desa Ternak Mandiri yang akan dilaksanakan di
daerah Blumbang Kalibawang Tepatnya bagian utara dari Kabupaten Kulon
Progo. Kegiatan kunjungan tersebut terdiri dari pengenalan jenis
sapi, standarisasi kandang sapi, pembuatan pakan permentasi, hingga
perawatan sapi yang baik dan benar. Pak Mujio (Ketua Kelompok
Peternak Sapi) menjelaskan: “pengelolaan peternakan sapi yang
dilakukan secara baik dan benar akan mampu meningkatkan nilai ekonomi
yang didapat juga akan lebih mengefektifkan waktu serta tenaga yang
ada”. Umumnya peternak jaman dulu tidak begitu mempertimbangkan
berbagai hal keuatamaan dalam berternak sapi, sehingga sapi yang
dipelihara rentan mengalami gangguan kesehatan seperti cacingan,
perut kembung hingga belatungan. Dalam aspek lain para peternak
cenderung menjadikan sapi sebagai tabungan sehingga lama
pemeliharaannya tidak berbanding lurus dengan nilai ekonomi yang
didapat. Sosialisasi yang merata dan menyeluruh sangatlah dibutuhkan
guna menambah kemamkmuran para vpeternak sapi dan juga meningkatkan
kualitas daging sapinya. Semoga kedepan Indonesia tidak perlu lagi
melakukan impor daging sapi serta mampu memaksimalkan potensi dalam
negri yang sangat banyak tersedia. Mari kita menjadi bagian dalam
program ini.

Tidak ada komentar: